Just another free Blogger theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Gunadarma University

Gunadarma University

About me

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
nothing special about me

Followers

Info BAAK

Minggu, 03 Mei 2015

1. Pembukaan



Judul : The Maze Runner ( Trilogy )
Tema : Adventure, Dystopia, Fiction, Mystery, Survival Game
Penulis : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : November 2011
Halaman : 526

2. Pembahasan
Secara garis besar buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama thomas yang terbangun dalam sebuah lift yang membawanya ke sebuah tempat bernama Glade. Seluruh ingatanya hilang kecuali namanya. Glade adalah sebuah tempat yang sangat luas yang berbentuk persegi yang dikelilingi tembok – tembok raksasa dengan empat celah di setiap sudut yang tiap malam menutup dengan sendirinya. Di dalam Glade juga tinggal berpuluh – puluh anak laki – laki yang hampir sebaya denganya.

Disana Thomas belajar banyak hal, dia diajak tur mengelilingi glade dan melihat dimana minatnya antara di rumah pekerja yang bertugas membangun rumah dan bangunan lain, atau di dapur sebagai koki, di rumah jagal, atau sebagai pelari. Dia terus menerus mengagumi para pelari, dan dia tahu ambisinya adalah untuk menjadi pelari di maze, area luar glade yang dipenuhi oleh labirin yang berubah setiap harinya dan dijaga ketat oleh makluk bernama griever.

Thomas yang begitu ingin menjadi pelari melawan peraturan agar tidak keluar dinding pada malam hari dan dia tetap pergi menyelamatkan Albi sahabatnya diikuti oleh Minho, pimpinan para pelari. Selama malam berlalu Thomas menjadi orang satu satunya yang bertahan hidup menghadapi griever, beserta Minho yang menyesal meremehkan Thomas pada awalnya.

Setelah kemunculan Thomas, munculah seorang anak baru lagi, tetapi kali ini dia seorang perempuan muda tidak ada yang mengenalinya dan dia muncul dalam keadaan koma. Belakangan Thomas tahu bahwa namanya adalah Theresa dan mereka mampu bertelepati, Thomas juga yakin dia mengenal gadis itu tetapi dia tidak menceritakan pada siapapun. Setelah kemunculan Theresa, segalanya berubah, matahari tidak lagi terbit, dan dan dinding tidak lagi tertutup. Griever berkeliaran bebas sepanjang waktu , dia membunuhi seorang anak setiap harinya. Akhirnya anak anak yang tersisa menyusun rencana untuk melawan griever sekaligus mencari jalan keluar dari labirin, mereka tidak mau membiarkan teman2 mereka dibunuhi oleh griever satu persatu dan memilih melawan.

Setengah dari mereka mati dalam perlawanan termasuk albi yang pernah sekali diselamatkan oleh Thomas. Mereka akhirnya menemukan pintu keluar digital yang membawa mereka ke sebuah laboratorium. Disana setelah terjadi baku tembak mereka digiring ke tempat bernama Scorch dan sesuatu yang lebih mengerikan tepat berada didepan mereka.

Kelebihan :
            Buku ini sangat cocok bagi para remaja yang menggemari novel ber-Genre misteri, fiksi ilmiah, dan petualangan. Buku ini memiliki jalan cerita yang sulit ditebak, misteri – misteri yang belum terpecahkan, petualangan menegangkan di dalam labirin dan cara – cara bertahan hidup di dalam Glade. Konsep ceritanya sendiri lebih condong ke bertahan hidup karena penulis selalu menempatkan si tokoh utama yaitu Thomas dalam situasi dan kondisi yang sulit dan berada dalam tekanan sosial seperti saat dia terjebak di dalam labirin bersama sahabatnya yang pingsan dan di salahkan karena melangar peraturan juga di tuduh menjadi penyebab mereka semua berada di dalam Glade. Buku ini juga mengajari kita untuk bekerja sama dan saling percaya satu sama lain meski dalam kondisi terburuk sekalipun.

Kekurangan :
          Terdapat beberapa istilah - istilah asing yang sulit dipahami jadi harus dibaca dan dipahami ulang. Untuk penggambaran mahluk penjaga labirin bernama Griever menurut saya masih kurang menakutkan karena mahluk ini digambarkan sebagai mahluk yang tidak memiliki insting pemangsa. Menurut saya hanya itu kekurangannya

3. Penutup

Kesimpulan :
            Buku ini merupakan novel yang sangat cocok untuk para remaja yang menggemari cerita ber-genre fiksi ilmiah dan misteri. Karena novel ini menceritakan tentang seorang anak yang terjebak di dalam sebuah tempat yang dikelilingi labirin yang tiap malamnya berubah – ubah dan dijaga oleh mahkluk bernama griever yang siap memangsa siapa saja yang masih berada di dalam labirin. Juga misteri – misteri yang ada di dalamnya yang harus dipecahkan. Selain misteri dan fiksi ilmiah novel ini pun mengandung pesan moral yaitu kebersamaan dan rasa saling percaya satu sama lai, seperti saat Thomas yang berusaha menolong kedua temannya yang terjebak di labirin meski harus melanggar peraturan Glade. Menurut saya ini adalah hal yang sangat memotivasi.

            Jadi bagus tidaknya buku ini tergantung dari minat pembacanya saya mengatakan buku ini bagus karena memang saya menyukai genre petualangan, fiksi dan misteri. Jadi sebelum anda membaca sebuah buku ada baiknya anda membaca sinopsis dari buku itu atau melihat genre apa yang anda sukai agar nantinya tidak bosan saat membaca.

Refrensi :  

Senin, 20 April 2015

Biografi Eiichiro Oda (Pengarang One Piece)



Nama : Eiichiro Oda
Panggilan : Odacchi, Eicchan
Lahir : Kumamoto, 1 Januari 1975
Gol. Darah : A
Tinggi : 172 cm
Hobi : Main lego, bikin sketsa, memancing, nonton film
Anime Fave : Nausica [menurutnya karya Miyazaki ini penuh emosi dan sangat menyentuh], Bike The Little Viking
Manga Fave : Dragon Ball, Akazukin Chacha, Gag Manga Biyori
Mangaka Fave : Akira Toriyama
Film Fave : Seven Warriors, Young Guns, Nightmare Before Christmas
Acara TV Fave : acara-acara komedi
Sutradara Fave : Akira Kurosawa, Hayao Miyazaki, Tim Burton, Quentin Tarantino, Baz Luhrmann
Artis Fave : Bryan Adams, Eminem, Izumi Katou, Brooke Benton
Musik Fave : Musik Soul
Makanan Fave : Daging, Keju yang dilelehkan
Minuman Fave : Kopi

Dilahirkan tepat pada 1 Januari 1975 di Kumamoto, Odacchi sejak kecil sudah tertarik pada dunia gambar. Saat berusia 4 tahun, ia sudah menetapkan cita-citanya menjadi seorang mangaka karena menurutnya dengan begitu ia tidak perlu pergi ke kantor layaknya orang dewasa yang bekerja. Di waktu kecil, Odacchi mempunyai kehidupan yang relatif sama dengan anak-anak Jepang seusianya. Ia suka berburu serangga, membaca komik, dan bermain olahraga [terutama sepak bola]. Cuma ia tidak suka matematika [tapi sangat menyukai pelajaran kesenian] dan kecoa [sebenarnya benci laba-laba juga, tapi itu tidak masalah karena laba-laba memakan kecoa].

Ketika duduk di bangku SMP, Odacchi sangat bangga karena gambar karyanya berhasil menjadi pemenang dalam perlombaan sketsa.

Seperti diketahui, Odacchi telah memutuskan untuk menjadi seorang mangaka [walau alasannya di saat itu sangat tidak masuk akal^^;], tapi ia sangat setia pada cita-citanya. Bahkan ketika ditanya apakah ia mempunyai cita-cita yang lain, Odacchi dengan tersenyum hanya menjawab bahwa ia belum pernah memikirkannya. Tidak bisa diungkiri bahwa minat Odacchi memang terfokus pada gambar, hal ini terlihat dari kenyatan bahwa menggambar adalah pelajaran kesukaaannya.



Usia 17
Saat itu Odacchi mulai berpikir untuk membuat manga sendiri. Pada tahun 1992, akhirnya Odacchi berhasil meraih gelar Silver Honors [Junn-Nyuusen] dalam ajang Tezuka Awards 44 melalui karyanya, Wanted!. Sebagai informasi saja, Tezuka Award adalah penghargaan yang cukup bergengsi. Disana para rencai bakat didampingi oleh para staff editor Jump [bulanan atau mingguan] berusaha mencari bintang-bintang baru berbakat. Pada penghargaan inilah, beberapa mangaka terkenal seperti Yoshihiro Togashi, Hiroyuki Takei, Daisuke Higuchi, Takeshi Obata, Masanori Morita, Ryu Fujisaki,
dan Masakazu Katsura memulai debut mereka.

Usia 19
Odacchi mulai menerima surat dari fans, suatu hal yang membuatnya sangat senang. Di tahun ini juga ia meninggalkan kuliahnya di jurusan Arsitektur, tapi hal ini bukan masalah baginya, apalagi karena ia merasa bahwa ia akan mendapatkan masalah pada waktu ujian. Ia lalu berangkat ke Tokyo dimana ia mulai bekerja sebagai asisten dari 3 orang mangaka senior, yaitu Kaitani Shinobu [Midoriyama Police Gank], Masaya Tokuhiro [Jungle No Ouja Tar-chan, Mizu NO Tomodachi Kapparman], dan Watsuki Nobuhiro [Rurouni Kenshin]. Dari mereka Odacchi belajar banyak hal seperti pentingnya kekontrasan ketebalan garis, dan teknik-teknik yang menarik dalam permainan efek di dalam karyanya. Selama Bekerja sebagai asisten Watsuki-sensei, Odacchi bertemu dengan 3 asisten lain yang kemudian menjadi sahabat karibnya, yaitu Takei Hiroyuki [Shaman King], Ginga Shin [meninggal pada Agustus 2008, salah satu karyanya adalah Shounen Tantei Q], dan Mikio Itou [Normandy Himitsu Kurabu]. Mereka berempat dijuluki Watsuki-gumi [Geng Watsuki].



Idola dan Insripasinya
Odacchi adalah fans berat Akira Toriyama. Baginya, Toriyama-sensei bukan sekedar mangaka, namun seorang DEWA! Odacchi pertama kali mengenal karya Toriyama-sensei lewat Dragon Ball, dan salah satu karatket yang paling disukainya adalah Rantan. Ia sangat suka dengan penggambaran otot pada Dragon Ball [walau Toriyama-sensei sendiri sadar bahwa penggambarannya jauh dari realita, tapi itu idak masalah bagi Odacchi]. Odacchi juga menyukai penggambaran mecha yang sering muncul dalam karya Toriyama-sensei. Mungkin juga gara-gara inilah Odacchi jadi mempunyai minat pada robot.

Penutup
Menurut para asistennya, Odacchi mempunyai sebuah kebiasaan buruk, yaitu ia suka menjulurkan lidahnya saat berkonsentrasi. Di sisi lain, ketika ditanya tentang syarat untuk menjadi asistennya, Odacchi dengan santai menjawab "Keberuntungan yang Besar".

Ketika diminta untuk menyebutkan sebuah kata yang mewakili dirinya, Odacchi memilih kata Wonderfull. Dan dalam 30 tahun ke depan, dia ingin menjadi apa? "Sesuatu yang mengagumkan". Sesuatu yang mengagumkan itulah kata yang paling tepat untuk mewakili mangaka ini.



Pendapat Saya tentang One Piece
One Piece adalah manga favorit saya sejak SD dulu sampai sekarang kuliah pun masih setia mengikuti manganya saya tahu OP karena pernah disiarkan di salah satu stasiun tv lokal. nah yang membuat saya suka dari OP itu :

1. tokoh2 yg mati sedikit.. karena si oda sendiri pernah dibilangi neneknya untuk menghindari penggunaan kata "mati" di manganya.. si luffy sndiri ga pernah membunuh musuhnya.. malah dijadiin temen, liat tuh si buggy, crocodile, mr.3

2. sedikit cerita cintanya.. seperti yg dibilang oda, satu2nya yg dicintai kru2 bajak laut mugiwara cuma petualangan, jadi pembaca lebih difokuskan ke alur cerita petualangannya.. kalo ada cerita cintanya, pasti dibuat jadi lucu alias ga serius, kaya si sanji, hancock..

3. cerita yg imajinatif, ga terbatas, lucu, unik, dan pertarungannya seru.. gambarnya juga bagus.. kalo ada adegan yg diulang, gambarnya ga dicomot dari halaman sebelumnya, tapi digambar ulang.


Sumber :




Sabtu, 21 Maret 2015

SUPER EYE TECHNOLOGY

Mata Manusia



Mata adalah bagian terpenting dari tubuh manusia yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya dan mengetahui apakah lingkungan sekitarnya terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.


Cara Kerja Mata Manusia


Mata kita ini bisa melihat sebuah benda jika ada cahaya yang dipantulkan oleh benda itu. Pantulan caaya itu akan diterima oleh kornea. Lalu, diteruskan ke lensa mata kita melalui pupil.
Nah, pada mata yang normal, lensa mata kita akan memfokuskan bayangan benda supaya jatuh tepat pada bintik kuning. Kemudian , sel-sel reseptor akan meneruskan rangsangan cahaya tadi ke pusat syaraf penglihatan kita di otak. Begitulah, cara mata kita bekerja. Simpel dan cepat, kan?

Peneltitian  Lensa Kontak Zoom







Manusia selalu melakukan berbagai eksperimen guna meningkatkan kemampuan manusia itu sendiri. Contohnya sekelompok ilmuwan dari University of California, San Diego dan Swiss Federal Institute of Technology (EPFL) mengungkapkan bahwa mereka tengah mengembangkan lensa kontak mata yang bisa zoom layaknya lensa kamera dan telah diujicobakan pada sebuah model mata seukuran mata manusia.

Tim ilmuwan itu membangun mekanisme bidik LCD lensa dari rangkaian kacamata 3D Samsung, guna mengaktifkan efek lensa zoom. Lensa teleskopik yang tebalnya lebih dari 1 milimeter itu bekerja dengan memiliki lintasan optik dalam ukuran besar yang dikelilingi oleh cincin optik, yang dapat memperbesar tampilan objek hingga 2.8 kali. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa objek dapat terlihat jelas, tapi ketajamannya masih rendah. Tim ilmuwan itu berjanji akan memperbaiki ketajaman lensanya.

Kecanggihan lensa kontak mata zoom ternyata juga berguna untuk membantu kaum lansia yang ketajaman penglihatannya semakin berkurang. Kepala Optometri dan Ilmu Visual City University di London setuju akan manfaat yang dihadirkan oleh lensa kontak mata. Ia juga berharap agar lensa itu dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Konsep Penglihatan Super Pada Hewan

Berdasarkan pada penelitian di atas mungkin pada 10 tahun yang akan datang mata manusia akan memiliki penglihatan yang lebih tajam, penglihatan malam hari, mampu melihat di dalam air, mampu melihat dari berbagai sudut, dan masih banyak lagi.

Hal ini sudah di dukung oleh penemuan manusia yaitu Lensa kontak mata, kacamata, ataupun kamera yang membatu manusia dalam hal penglihatan. Dan berikut adalah beberapa kemampuan penglihatan hewan yang dapat di aplikasikan pada mata manusia.

Elang, Penglihatan tajam 300 derajat


Mata Elang memiliki sudut penglihatan 300 derajat dan dapat memperbesar bayangan sekitar enam hingga delapan kali. Elang dapat melihat tanah seluas 30.000 hektar ketika terbang pada ketinggian 4.500 meter. Ia juga dapat dengan mudah melihat seekor kelinci yang bersembunyi di antara sela-sela rumput pada ketinggian 1.500 meter

Bayangkan jika manusia mampu menciptakan Teropong Mata Elang dan diaplikasikan pada bidang militer maka Sniper akan mampu menembak musuh dari satu pulau ke pulau lainnya tanpa meleset.

Tokek, Penglihatan malam hari


Mata Tokek mampu memblokir cahaya matahari pada hari yang cerah, namun masih mempertahankan suatu penglihatan di malam hari yang sangat baik. Itulah sebabnya mereka memiliki mata zigzag vertikal yang dapat membatasi hanya pada titik-titik cahaya. Di bandingkan manusia tokek mampu membedakan warna lebih banyak dan mata mereka hampir 350 kali lebih sensitif terhadap cahaya daripada mata manusia.














Jika manusia mengembangkan Kontak Lensa Mata Tokek maka manusia tidak membutuhkan alat penerangan di malam hari seperti lampu dan senter, dengan begitu konsumsi manusia terhadap energi listrik akan berkurang.

Kuda Nil, Penglihatan bawah air



Kuda Nil dapat melihat di bawah air dengan presisi sangat baik, tapi fakta yang benar-benar menarik tentang mata mereka adalah lapisan membran yang jelas yang melindungi mereka dari kotoran yang ditemukan dibawah air.

Dengan mengaplikasikan mata kuda nil pada kontak lensa maka manusia tidak membutuhkan kacamata renang untuk melihat di dalam air dan mata manusia akan lebih tahan terhadap debu dan kotoran sehingga meminimalisir kemungkinan penyakit mata yang terjadi akibat kotoran di mata.

Kupu-kupu, Penglihatan segala arah



Seperti kebanyakan serangga, kupu-kupu memiliki mata majemuk, terbuat dari ratusan mikroskopis, enam lensa yang memungkinkan mereka untuk melihat ke segala arah secara bersamaan. Matanya digunakan dalam fokus tajam, kupu-kupu dapat melihat sinar ultraviolet yang oleh manusia tak terlihat.

Saat ini teknologi militer sedang mengembangkan spy drone quad copter yaitu pesawat mata-mata kecil berbentuk helikopter. Dan jika menggunakan kamera yang mengadopsi penglihatan kupu-kupu maka drone itu mampu melihat semua musuhnya dengan penglihatan segala arah dan dapat menghindari datangnya serangan musuh dari arah manapun.

Senin, 12 Januari 2015

Guntur Sigar Langit
3KA27 / 13112211

B.Indonesia ( Softskill )

SOAL :
1.      Cari dan jelaskan macam-macam metode pengambilan data dalam sebuah penelitian dan berikan salah satu contohnya ?
2.      Buatlah kerangka pikiran penelitian yang sesuai dengan jurusan SI ?

JAWAB :

1.) Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.  Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
·         Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
·         Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
·         Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.

2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
1.      Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
2.      Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Contoh Metode pengambilan data dalam sebuah penelitian
Seorang mahasiswa ingin meneliti tentang “Seberapa pentingnya Sosial Media di kalangan anak kecil”, maka mahasiswa mewawancarai beberapa anak kecil untuk mendapatkan informasi itu dan mahasiswa itu juga melakukan observasi dari beberapa sosial media yang sering orang gunakan guna memperoleh informasi yang ia butuhkan.

2.) Contoh Kerangka Pikiran Pengembangan Sistem Informasi

Kerangka Pikiran
Pengembangan sistem informasi perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, ini menggunakan pendekatan sistem seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 3.1
Kerangka Pikir Pengembangan Sistem Informasi Perencanaan Kebutuhan Tenaga kesehatan Puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung



           
Pada komponen masukkan (input) mengandung data kunjungan pasien, data tenaga kesehatan puskesmas. Data diperlukan untuk menghasilkan informasi yang akan diolah produk sistem informasi perencanaan tenaga kesehatan di Puskesmas pada Kota Bandar Lampung.
            Pada tahapan proses yang akan dilalui oleh komponen masukkan untuk menghasilkan keluaran meliputi pengumpulan data, pengiriman data, pengolahan data dan analisis data serta presentasi data, yang merupakan proses dari suatu sistem informasi yang akan menghasilkan informasi sebagai produk akhir.
            Komponen keluaran (output) merupakan hasil dari produk komponen masukkan dan komponen proses berupa indikator dan produk informasi yang diharapkan berguna dalam pemantapan pengembangan sistem informasi perencanaan tenaga kesehatan di Puskesmas pada Kota Bandar Lampung.



Sumber :


Senin, 27 Oktober 2014

TUGAS SOFTSKILL #1 (B.INDONESIA)

Guntur Sigar Langit/3KA27/13112211

>>> Pertanyaan <<<

1.  Jelaskan peranan sikap keterbukaan dalam ragam bahasa lisan!

2.  Pada ragam lisan, pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengaran. Jelaskan dan beri contoh!

3.  Cari wacana yang membedakan pemanfaatan bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah dan non ilmiah!

>>> Jawaban <<<

1)   Sikap keterbukaan dalam ragam bahasa lisan adalah dengan memberikan bahasa yang komunikatif antara pembicara dan pendengar. Komunikatif maksudnya bahasa yang mudah dimengerti si pendengar dengan memberikan penekanan nada dan durasi pada bahasa sehingga terjadi komunikasi yang baik dan tidak ada kesalahpahaman antara pembicara dengan si pendengar.

2)  Dalam ragam bahasa lisan memiliki banyak kata sama yang mempunyai arti yang berbeda tergantung pengucapannya. Jika pengucapanya salah maka maksud dari ucapan itu akan di artikan berbeda oleh pendengar dan dapat mengakibatkan kesalahpahaman.

Contoh kasus ambigu :
Ambigu adalah sebuah kesalahan komunikasi dalam konteks lisan maupun tulisan, kesalahan terjadi karena cara pengucapan dan nada bicara yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Berita 1
”Nyawa Kedua Flu Burung”
Analisis
Makna 1 : Flu Burung memiliki dua nyawa
Makna 2 : Flu Burung telah merenggut nyawa orang yang kedua (telah ada korban kedua)

Berita 2
“Anak Dipukuli Konglomerat Balas Dendam”
Analisis
Makna 1 : Anak konglomerat yang dipukuli lalu orangtuanya balas dendam
Makna 2 : Seorang anak (bukan dari keluarga konglomerat) dipukuli oleh Konglomerat dan kerabatnya balas dendam kepada konglomerat tersebut.

3)   Perbedaan yang membedakan wacana tataran Ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah adalah, penggunaan ragam bahasa yang terikat pada kebakuan dari pemakaian bahasa itu sendiri. Sehingga kita bisa membedakan dari segi pengelompokan tulisan yang ingin disampaikan oleh pembicara atau penulis.

Wacana Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Jenis karangan ilmiah yaitu:

Contoh wacana ilmiah :

Vertebrata
Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. Tulang belakang adalah tulang yang beruas-ruas dan berderet dari leher sepanjang punggung samapi ekor. Vertebrata di bedakan menjadi lima kelompok, yaitu ikan (pisces), hewan yang hidup di dua alam (amphibia), hewan melata (reptilia), unggas (aves), dan hewan menyusui (mamalia).

1. Pisces (ikan)
Ciri-cirinya sebagai berikut :
Hidup di air
Bergerak dengan sirip dan ekor
Bernapas dengan insang
Berdarah dingin
Bertelur dan fertilisasi eksternal
Contoh: ikan mas, tuna, hiu, dan belut

2. Amphibia (hewan hidup di dua alam)
Ciri-cirinya sebagai berikut :
Hidup di darat (dewasa) dan di air (larva)
Bernapas dengan insang, paru-paru, atau melalui kulitnya
Berdarah dingin
Bertelur dan fertilisasi eksternal
Contoh: katak, kodok, salamander

3. Reptilia (hewan melata)
Ciri-cirinya sebagai berikut :
Bergerak dengan perut dan kaki
Hidup di darat dan air
Bernapas dengan paru-paru
Berdarah dingin
Bertelur, fertilisasi internal
Kulit tubuh keras dilapisi zat kitin
Contoh: ular, buaya, kadal, dan kura-kura

4. Aves (unggas)
Ciri-cirinya sebagai berikut :
Memiliki bulu pada permukaan perut dan kaki
Hidup di darat
Alat pernapasan paru-paru dibantu pundi-pundi udara
Berdarah panas
Bertelur, fertilisasi internal
Contoh: segala jenis burung, ayam, dan itik

5. Mamalia (hewan menyusui)
Ciri-cirinya sebagai berikut :
Tubuh ditumbuhi rambut
Memiliki kelenjar susu
Bernapas dengan paru-paru
Berdarah panas
Beranak, fertilisasi internal
Contoh: kelelawar, paus, singa, kera, zebra, dan tikus

Wacana Semi-Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.

Contoh wacana semi-ilmiah :
Liputan6.com, Jakarta - Partai politik di DPR yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), belum juga menyetorkan nama-nama kadernya yang dicalonkan sebagai ketua atau pimpinan di setiap komisi dan alat kelengkapan dewan. Selain PDIP, Hanura, Nasdem, dan PKB, partai lain yang belum menyetorkan nama kadernya yakni PPP.

Ketua DPR Setya Novanto berharap, kelima partai tersebut dapat segera mengirimkan nama-nama calonnya hari ini. Hal ini agar parlemen dapat bekerja secepatnya, karena Presiden Jokowi telah mengumumkan menteri dan kabinetnya.

"Saya selaku pimpinan DPR berharap bisa berlanjut dengan baik. Saya sudah minta pimpinan dan fraksi-fraksi, karena rakyat sudah menunggu," kata Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2014).

Menurut Bendahara Umum Partai Golkar itu, molornya pembentukan komisi dan alat kelengkapan dewan bisa menimbulkan berdampak pada banyak hal. "Apalagi yang menyangkut Baleg (Badan Legislasi). Karena itu juga menyangkut masalah penggajian tenaga-tenaga ahli," ujar dia.

Oleh karena itu, Setya berharap, partai-partai yang tergabung dalam KIH plus PPP segera mengirimkan anggotanya untuk duduk di tiap komisi dan alat kelengkapan dewan. Dengan begitu, pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan bisa segera dipilih dan langsung bekerja.

"Kita minta ini bisa terjadi dengan sebaik-baiknya. Secepat-cepatnya. Mudah-mudahan hari ini bisa terselesaikan," harap dia

Ketika ditanya apakah pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan bisa terbentuk jika KIH dan PPP belum menyetorkan nama-nama, Setya Novanto dengan tegas menjawab, "bisa dilakukan." (Ans)

Wacana Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.

Ciri-ciri karangan non ilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Contoh wacana non-ilmiah : 
Ringkasan novel Laskar Pelangi

Seperti saat kisah percintaan antara Ikal dan A Ling. Pada awalnya Ikal disuruh oleh Bu Muslimah untuk membeli kapur di toko milik keluarga A Ling. Ikal jatuh cinta pada kuku A Ling yang indah. Ia tidak pernah menjumpai kuku seindah itu. Kemudian ia tahu bahwa pemilik kuku yang indah tersebut adalah A Ling, Ikal pun jatuh cinta pada A Ling. Namun, pertemuan mereka harus diakhiri karena A Ling pindah untuk menemani bibinya yang sendiri.
Kejadian tentang Mahar yang akhirnya menemukan ide untuk perlombaan semacam karnaval. Mahar menemukan sebuah ide untuk menari dalam acara tersebut. Mereka para Laskar Pelangi menari seperti orang kesetanan,hal tersebut dikarenakan kalung yang mereka kenakan dari buah langkah dan hanya ada di Belitung, merupakan tanaman yang membuat seluruh badan gatal. Akhirnya mereka pun menari layaknya orang yang tengah kesurupan. Namun, berkat semua itu akhirnya SD Muhammadiyah dapat memenangkan perlombaan tersebut.
Namun pada suatu ketika datanglah anak yang bernama Flo, seorang anak kaya pindahan dari Sekolah PN Timah, ia masuk di dalam kehidupan Laskar Pelangi. Sejak kedatangan Flo di SD Muhammadiyah tersebut membawa pengaruh buruk dan negatif  bagi teman – temannya terutama Mahar, yang duduk satu bangku dengan Flo. Sejak kedatangan Flo, nilai Mahar seringkali jelek sehingga Bu Muslimah marah dan kecewa kepada Mahar.

Sumber :
http://ayuindriati.blogspot.com/2014/10/bahasa-indonesia-1-softskill.html
http://afifahputeri.wordpress.com/2013/10/19/perbedaan-ragam-bahasa-lisan-dan-ragam-bahasa-tulis/
http://prince-mienu.blogspot.com/2010/01/ambiguitas-dalam-berbahasa.html
http://yogakhomaini1.blogspot.com/2012/11/avertebrata-dan-vertebrata-dunia-fauna.html
http://news.liputan6.com/read/2125146/ketua-dpr-minta-kih-segera-setorkan-nama-calon-ketua-komisi
http://lisnapujianti.blogspot.com/2013/07/ringkasan-cerita-dari-novel-laskar.html